CARA KERJA SISTEM
JARINGAN GSM DAN CDMA
Diajukkan
untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Jaringan Nirkabel

Disusun oleh :
Nama : Elsa Persa Solina
NPM : 432007006110106
Teknik Informatika
Sekolah Tinggi Manajemen
Informatika dan Komputer Tasikmalaya
2014
KATA PENGANTAR
بسم
الله الرحمن الرحيم
Segala
puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala, Tuhan semesta alam yang tidak pernah
terputus memberi limpahan karunia dan hidayah-Nya kepada kita sekalian, dan
atas bimbingan-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Cara Kerja
Sistem Jaringan GSM dan CDMA ini. Tak lupa penulis mengirimkan shalawat
kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang telah membawa kita dari
alam yang gelap menuju alam yang terang benderang.
Ucapan
terima kasih penulis haturkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kedua orangtua,
dosen Jaringan Nirkabel Bapak Fajar Subhianto., serta berbagai referensi dan
daftar pustaka yang akan penulis tuliskan di kolom daftar pustaka.
Dalam
makalah ini, penyusun membahas tentang bagaimana cara kerja system jaringan GSM
dan CDMA, termasuk berbagai macam teknologi yang digunakan. Tetapi penulis
masih merasa banyak kekurangan dalam makalah ini. Akhir kata, kritik dan saran
para pembaca sangat dibutuhkan penulis untuk memperbaiki saran dan menambah
pengetahuan.
Februari 2014
Penulis
DAFTAR ISI
1) KATA PENGANTAR .................................................................................
2) DAFTAR ISI .............................................................................................
3) BAB I : PENDAHULUAN .........................................................................
4) BAB II : CARA KERJA GSM DAN CDMA ....................................................
5) BAB III : PENUTUP ..................................................................................
a) Kesimpulan ......................................................................................
b) Saran ...............................................................................................
6) DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................
BAB
I
PENDAHULUAN
Dewasa ini,
kita tidak luput dari sebuah benda yang bernama telepon genggam, atau yang
akrab disebut HP. Mulai pejabat, pengusaha sampai tukang becak. Mulai anak SD
sampai orang tua, semuanya menggunakan HP. Tetapi, kebanyakan dari mereka tidak
mengetahui bagaimana cara kerja dari perangkat tersebut sampai kita bisa
menelepon, SMS, dan internet. Hal ini akan kita kupas sedikit demi sedikit di
bab selanjutnya.
Teknologi
seluler adalah sistem telekomunikasi tanpa kabel(nirkabel) yang menggunakan
gelombang radio sebagai media pembawanya, dengan sel berbentuk seperti
segienam. Dewasa ini, teknologi seluler terbagi dua, yaitu GSM dan CDMA.
Perbedaan mendasarnya terletak pada modulasinya dan sistem multuplexnya.
Gambar: Arsitektur jaringan seluler
Seiring
berjalannya waktu, teknologi seluler mengalami perkembangan yang cukup pesat.
Mulai dari 1G, 2G, 3G sampai 4G, yang akan kita bahas lebih lanjut di bab 2.
BAB
II
PMBAHASAN
Teknologi Multiplexing - GSM & CDMA
Sejarah GSM & CDMA
·
Sejarah GSM
Teknologi komunikasi selular sebenarnya sudah
berkembang dan banyak digunakan pada awal tahun 1980-an, diantaranya sistem
C-NET yang dikembangkan di Jerman dan Portugal oleh Siemens, sistem RC-2000
yang dikembangkan di Perancis, sistem NMT yang dikembangkan di Belanda dan
Skandinavia oleh Ericsson, serta sistem TACS yang beroperasi di Inggris. Namun
teknologinya yang masih analog membuat sistem yang digunakan bersifat regional
sehingga sistem antara negara satu dengan yang lain tidak saling kompatibel dan
menyebabkan mobilitas pengguna terbatas pada suatu area sistem teknologi
tertentu saja (tidak bisa melakukan roaming antar negara).
Teknologi analog yang berkembang, semakin
tidak sesuai dengan perkembangan masyarakat Eropa yang semakin dinamis, maka
untuk mengatasi keterbatasannya, negara-negara Eropa membentuk sebuah
organisasi pada tahun 1982 yang bertujuan untuk menentukan standar-standar
komunikasi selular yang dapat digunakan di semua negara Eropa. Organisasi ini
dinamakan Group Special Mobile (GSM). Organisasi ini memelopori munculnya
teknologi digital selular yang kemudian dikenal dengan nama Global System for Mobile
Communication atau GSM.
GSM muncul pada pertengahan 1991 dan akhirnya
dijadikan standar telekomunikasi selular untuk seluruh Eropa oleh ETSI
(European Telecomunication Standard Institute). Pengoperasian GSM secara
komersil baru dapat dimulai pada awal kuartal terakhir 1992 karena GSM
merupakan teknologi yang kompleks dan butuh pengkajian yang mendalam untuk bisa
dijadikan standar. Pada September 1992, standar type approval untuk handphone
disepakati dengan mempertimbangkan dan memasukkan puluhan item pengujian dalam
memproduksi GSM.
Pada awal
pengoperasiannya, GSM telah mengantisipasi perkembangan jumlah penggunanya yang
sangat pesat dan arah pelayanan per area yang tinggi, sehingga arah
perkembangan teknologi GSM adalah DCS (Digital Cellular System) pada alokasi
frekuensi 1800 Mhz. Dengan frekuensi tersebut, akan dicapai kapasitas pelanggan
yang semakin besar per satuan sel. Selain itu, dengan luas sel yang semakin
kecil akan dapat menurunkan kekuatan daya pancar handphone, sehingga bahaya radiasi
yang timbul terhadap organ kepala akan dapat di kurangi. Pemakaian GSM kemudian
meluas ke Asia dan Amerika, termasuk Indonesia. Indonesia awalnya menggunakan
sistem telepon selular analog yang bernama AMPS (Advances Mobile Phone System)
dan NMT (Nordic Mobile Telephone). Namun dengan hadir dan dijadikannnya standar
sistem komunikasi selular membuat sistem analog perlahan menghilang, tidak
hanya di Indonesia, tapi juga di Eropa. Pengguna GSM pun semakin lama semakin
bertambah. Pada akhir tahun 2005, pelanggan GSM di dunia telah mencapai 1,5
triliun pelanggan. Akhirnya GSM tumbuh dan berkembang sebagai sistem
telekomunikasi seluler yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.
·
Sejarah CDMA
Teknologi
CDMA pada awalnya dipergunakan dalam komunikasi radio militer Amerika Serikat
(AS), mulai tahun 1990 patennya diberikan kepada Qualcomm, Inc. dan dijadikan
sebagai standar seluler digital di AS sejak tahun 1993. Oleh karena itu tidak
heran jika teknologi ini sangat aman karena tidak dapat digandakan (dikloning).
CDMA
(code division multiple access) adalah teknologi akses jamak dimana
masing-masing user menggunakan code yang unik dalam mengakses kanal yang
terdapat dalam system. Pada CDMA, sinyal informasi pada transmitter dicoding
dan disebar dengan bandwidth sebesar 1.25 MHz (spread spectrum), kemudian pada
sisi repeater dilakukan decoding sehingga didapatkan sinyal informasi yang
dibutuhkan.
CDMA
(Code division multiple access) adalah sebuah bentuk pe-multipleksan (bukan
sebuah skema pemodulasian) dan sebuah metode akses secara bersama yang membagi
kanal tidak berdasarkan waktu (seperti pada TDMA) atau frekuensi (seperti pada
FDMA), namun dengan cara mengkodekan data dengan sebuah kode khusus yang
diasosiasikan dengan tiap kanal yang ada dan mengunakan sifat-sifat
interferensi konstruktif dari kode-kode khusus itu untuk melakukan
pemultipleksan. CDMA juga mengacu pada sistem telepon seluler digital yang
menggunakan skema akses secara bersama ini,seperti yang diprakarsai oleh
Qualcomm.
CDMA
adalah sebuah teknologi militer yang digunakan pertama kali pada Perang Dunia
II oleh sekutu Inggris untuk menggagalkan usaha Jerman mengganggu transmisi
mereka. Sekutu memutuskan untuk mentransmisikan tidak hanya pada satu
frekuensi, namun pada beberapa frekuensi, menyulitkan Jerman untuk menangkap
sinyal yang lengkap.
Sejak
itu CDMA digunakan dalam banyak sistem komunikasi, termasuk pada Global
Positioning System (GPS) dan pada sistem satelit OmniTRACS untuk logistik
transportasi. Sistem terakhir didesain dan dibangun oleh Qualcomm, dan menjadi
cikal bakal yang membantu insinyur-insinyur Qualcomm untuk menemukan Soft
Handoff dan kendali tenaga cepat, teknologi yang diperlukan untuk menjadikan
CDMA praktis dan efisien untuk komunikasi seluler terrestrial.
Sejumlah
istilah yang berbeda digunakan untuk mengacu pada penerapan CDMA. Standar
pertama yang diprakarsai oleh QUALCOMM dikenal sebagai IS-95, IS mengacu pada
sebuah Standar Interim dari Telecommunications Industry Association (TIA).
IS-95 sering disebut sebagai 2G atau seluler generasi kedua. Merk dagang
cdmaOne dari QUALCOMM juga digunakan untuk menyebut standar 2G CDMA.
Setelah
beberapa kali revisi, IS-95 digantikan oleh standar IS-2000. Standar ini
diperkenalkan untuk memenuhi beberapa kriteria yang ada dalam spesifikasi
IMT-2000 untuk 3G, atau selular generasi ketiga. Standar ini juga disebut
sebagai 1xRTT yang secara sederhana berarti "1 times Radio Transmission
Technology" yang mengindikasikan bahwa IS-2000 menggunakan kanal bersama
1.25-MHz sebagaimana yang digunakan standar IS-95 yang asli. Suatu skema
terkait yang disebut 3xRTT menggunakan tiga kanal pembawa 1.25-MHz menjadi
sebuah lebar pita 3.75-MHz yang memungkinkan laju letupan data (data burst
rates) yang lebih tinggi untuk seorang pengguna individual, namun skema 3xRTT
belum digunakan secara komersil. Yang terbaru, QUALCOMM telah memimpin
penciptaan teknologi baru berbasis CDMA yang dinamakan 1xEV-DO, atau IS-856,
yang mampu menyediakan laju transmisi paket data yang lebih tinggi seperti yang
dipersyaratkan oleh IMT-2000 dan diinginkan oleh para operator jaringan
nirkabel.
Teknologi CDMA
& GSM
Secara fisik antara handphone GSM dan CDMA
tidak ada perbedaan yang mencolok bahkan kalau dilihat sekilas keduanya serupa.
Yang membedakan adalah kartu yang dipakai atau operator sellular yang
mengoperasikan kedua jenis jalur ini. Sebagai contoh operator yang bekerja di
jalur keduanya yaitu operator CDMA antara lain : smart, flexi, esia, fren,
starone, ceria, sedangkan operator GSM meliputi : simpati, as, XL bebas, XL
jempol, mentari, im3, three dan masih ada yang lain.
Prinsip kerja mengenai teknologi GSM dan CDMA
system penerimaan data melalu jaringan digital khususnya dalam dunia
komunikasi. Semua data yang dikirim maupun diterima dalam jaringan ini harus
dalam bentuk digital. Hal yang sama juga berlaku untuk suara yang dikeluarkan
dan diterima oleh penelepon saat berkomunikasi. Suara yang dikirimkan oleh
penelepon akan diterima oleh microphone pada ponsel. Selanjutnya, suara ini
akan diubah menjadi bentuk digital dan dikirimkan melalui gelombang radio ke
Base Transceiver Station (BTS) milik operator yang digunakan. BTS inilah yang
menerima data dan ponsel yang digunakan tadi dan meneruskannya (switching) ke
BTS tujuan. Dan BTS tujuan ini, data selanjutnya akan dikirimkan ke ponsel
tujuan yang seharusnya menerima panggilan tersebut. Tentu saja, ponsel penerima
akan mengubah data digital yang diterima menjadi bentuk suara agar bisa
didengar oleh penerima. Prinsip umum ini berlaku pada semua sistem digital, baik
GSM maupun CDMA. Namun, detail prinsip kerja dan kedua sistem digital tersebut
tidaklah sama.
Teknologi GSM (Global System for Mobile
Communication) mengandung pengertian suatu sistem komunikasi digital yang
memanfaatkan gelombang mikro serta pengiriman sinyal yang terbagi menurut waktu
(TDMA) , Teknologi TDMA ini mengirimkan data berdasarkan satuan yang terbagi
atas waktu, artinya sebuah paket data GSM akan dibagi menjadi beberapa time
slot.Timeslot inilah yang akan digunakan oleh pengguna jaringan GSM secara
ternporer (sementara). Maksud dan digunakannya timeslot secara temporer adalah
timeslot tersebut akan dimonopoli oleh pengguna selama mereka gunakan, terlepas
dan mereka sedang aktif berbicara atau sedang idle (diam).dan frekuensi (FDMA),
hingga informasi yang diolah akan terkirim sampai ke tujuan melalui sinyal
tersebut. Metode ini merupakan teknologi paling populer yang banyak dipakai
pengguna di seantero dunia, hingga dijadikan standar global dalam teknologi
selular. Pada banyak kasus ditemukan suatu kondisi dimana sebuah ponsel CDMA
telah di lock (dikunci) dengan perusahaan operator tertentu sehingga tidak bisa
diakses menggunakan operator lain.
Pengertian mengenai CDMA (Code Division
Multiple Access) mengandung arti yakni suatu sistem akses secara bersama-sama
yang dalam pembagian kanal bukan berdasarkan frekuensi (seperti pada FDMA)
maupun waktu (pada TDMA), akan tetapi melalui pengkodean data dengan setiap
kanal yang ada serta memakai karakter-karakter interferensi konstruktif dari kode-kode
tertentu tersebut guna melakukan pemultipleksan. CDMA tidak menggunakan satuan
waktu seperti layaknya GSM/TDMA. ini menjadikan CDMA memiliki kapasitas
jaringan yang lebih besar dibandingkan dengan jaringan GSM. Namun, hal ini
tidak berarti jaringan CDMA akan lebih baik daripada jaringan GSM karena tetap
ada batasan-batasan tertentu untuk kapasitas jaringan yang dimiliki oleh CDMA.
Arsitektur GSM
Arsitektur jaringan GSM (gambar 1) terdiri
dari 3 komponen utama yakni:
1.
Mobile Station
2.
Base Station Subsytem (BSS)
3.
Network Subsytem (NSS)
Entitas Mobile Station terdiri dari Mobile
Equipement (ME) yakni perangkat keras & perangkat lunak untuk transmisi
radio yang dikenal dengan istilah telepon seluler (ponsel) dan Subcriber
Identification Module (SIM).
Mobile equipment (ME) secara unik
diidentifikasikan dalam format International Mobile Equipment Identity (IMEI).
SIM card berisi International Mobile Subscriber Identity (IMSI) yang digunakan
untuk indentifikasi pelanggan ke sistem, kunci rahasia (untuk autentifikasi)
serta menyimpan informasi lainya seperti phone book atau pesan sms. SIM card
dapat diproteksi dari penggunaan yang tidak terotorisasi dengan password atau
personal identity number (PIN).
Base Station Subsytem (BSS) terdiri dari Base
Tranciever System (BTS) dan Base Station Controler (BSC). Base Station
Controllers (BSC) mengontrol dan mengatur beberapa BTS. BSC bertanggung jawab
untuk memelihara koneksi (hubungan radio) saat panggilan dan kepadatan lalulintas
panggilan pada areanya dan meneruskannya ke Network Subsystem. BSC juga
menangani setup radio-channel, frequency hopping, serta proses handover. BTS
merupakan alat tranceivers radio (transmitter receiver radio) pada suatu area
didefiniskan sebagai sebuah cell dan menangani protokol radio-link dengan
Mobile Station lewat Um interface yang juga dikenal dengan air interface (radio
link).
Network Subsystem terdiri dari Mobile
Switvhing Centres (MSC) dan beberapa database yang terhubung dengannya seperi
Home Location Register (HLR), Visitor Location Register (VLR), Authentication
Center (AuC) serta Equipment Identity
Register (EIR). Mobile Switching Centers
(MSC) berfungsi untuk switching suatu panggilan telepon dari jaringan internal
atau dari jaringan lain (eksternal), call routing untuk pelanggan yang
melakukan roaming (roaming subscriber), menyimpan informasi billing
serta data base lain yang berisi informasi
subscriber ID (IMSI), nomor ponsel pelanggan, beberapa layanan atau larangan
yang berkaitan dengan pelanggan, autentifikasi serta informasi lokasi
pelanggan.
HLR dan VLR bersama dengan MSC mernyediakan
call-routing dan fungsi roaming dari GSM. HLR berisi semua informasi
administrasi dari setiap pelanggan yang tersambung pada jaringan GSM. VLR berisi
informasi administrasi teripilih dari HLR, yang penting untuk control panggilan
(call control) dan provisi dari layanan pelanggan, dan control posisi setiap
ponsel pada area geografis.
Equipment Identity Register (EIR) merupakan
database yang berisi suatu daftar valid mobile equipment pada jaringan. Setiap
mobile station diidentifikasikan dengan International Mobile Equipment Identity
(IMEI). Pada kasus khusus sebuah IMEI ditandai/didaftarkan invalid bila ponsel
dilaporkan dicuri/dirampas dari pemiliknya.
Authentication Center (AuC) merupakan
database proteksi yang menyimpan salinan dari kunci rahasia (secret key) yang
terdapat pada setiap SIM card pelanggan. Proteksi ini digunakan untuk
autentifikasi dan enkripsi pada channel radio.
Entitas Operations and Maintenance Center
(OMC) tidak terlihat pada gambar 1 namun perannya cukup vital yakni memonitor
operasionalnya jaringan dalam sistem serta melakukan fungsi konfigurasi remote.
Arsitektur CDMA
CDMA memiliki perkembangan dari tahun ke
tahun biasa di sebut Generation atau generasi yang biasa juga di panggil dengan
1G,2G,3G,dan NEXT CDMA EVOLUTION . di artikel ini akan membahas arsitektur
generasi 2G,3G, dan NEXT CDMA EVOLUTION.
1.
Arsitektur Generasi Ke 2
- BTS (Base Transceiver Station) : Merupakan
perangkat yang langsung berhubungan dengan END user. BTS akan memancarkan
gelombang radio dalam frekuensi dan jumlah kanal yang di sesuaikan dengan
lisensi dari operator telekomunikasi
- BSC (Base System Controller) : Merupakan
perangkat yang menghubungkan beberapa BTS dengan MSC, menggunakan protocol
klasik yaitu SS7 (Time-division multiplexing).
- MSC (Mobile Switching Centre) : Merupakan
Pusat Pengolahan pelanggan. Salah satu fungsi seperti menyambung pembicaraan
antar pelanggan dan mencatat data pembicaraan tersebut. MSC juga melakukan
koordinasi dan membangun komunikasi dengan semua perangkat (maupun antar MSC)
dengan mengolah data signaling.
- VLR (Visitor Location Register) : Merupakan
tempat penyimpanan sementara database pelanggan yang berada dalam area layanan
dari suatu MSC.
- HLR (Home Message Register) : Merupakan
tempat penyimpanan database pelanggan.
- SMC (Short Message Centre) : Merupakan
layanan tempat penyimpanan data pesan pendek (SMS)
- VMS (Voice Mail Service) : Merupakan tempat
penyimpanan pesan suara jika pelanggan tidak dapat di hubungi.
- PDSN (Packet Data Switching Node) :
Merupakan pusat pengendali jaringan data berbasis paket, yang menghubungkan end
user dengan dunia berbasis IP.
2.
Arsitektur Generasi ke 3
Perbedaan mendasar antara 2G dan 3G adalah :
-
Adanya pemisah antara pengolah signaling(Media Gateway Controller) dan pengolah
Voice/Trunk(media Gateway).
-
Untuk interface Signaling pada MGC berbasis :
☺ SS7 : IOS, IS-41,dan
ISUP
☺ IP PRI/IUA,
SIP-T, dan MEGACO
☺ R2
-
Untuk menghubugkan antara MGC dan PLMN/PSTN tetap menggunakan SS7 dikarenakan
keterbatasan perangkat milik PT.Telkom yang hanya support SS7(TDM/E1).
Jenis protocol dan fungsi dalam aplikasi 3G :
1.
Protokol Signalling(pengontrol panggilan)
- SIP (Session
Initiation Protocol),Yaitu protocol yang di gunakan untuk membangun
koneksi,memodifikasi,dan menterminasi komunikasi voice, multimedia, dan
conference antar MGC.
- SIP-T (SIP
for telephony) : Merupakan protocol signaling standar SIP yang memiliki
kemampuan untuk mendefinisikan payload ISUP dan PSTN. SIP-T membangun hubungan
antar MGC untuk menirukan fungsi sentral local pada PSTN.
SIP-T juga di
gunakan untuk mengontrol user yang sedang melakukan roaming di MGC lain.
2.
Protokol pengontrol Media Gateway(MGW)
MGCP(Media
Gateway Contoll Part) adalah protocol yang di gunakan oleh MGC untuk mengontrol
operasi translasi(routing)voice(trunk),data,dan,video.
3.
Protokol Transport
RTP(Real-Time
Transport Protocol) merupakan fungsi transport end-to-end yang sesuai dengan
aplikasi real-time,seperti suara dan video.
4.
Protokol Signalling Gateway
SIGTRAN(Signalling
Transport), di gunakan oleh MGC sebagai Signalling Gateway untuk membawa pesan
SS7 ke jaringan yang berbasis IP.
3. NEXT
CDMA EVOLUTION
Arsitektur sederhana pada Next CDMA
Evolution,yaitu :
BTSe, BSCe, MSCe (Mobile Swtiching Centre
Emulator) dan MGWe(Mobile Gate Emulator) merupakan perangkat full berbasis IP
yang mengutamakan real-time service, mulai dari End User sampai dengan MSCe
semuanya berbasis IP.
Pemanfaatan
Teknologi GSM dan CDMA
Jika kita melihat perkembangan tekonologi,
maka dalam 20 tahun ini akan sangat terasa pesatnya perkembangan teknologi.
Terutama Teknologi selular yang awalnya masih analog, sekarang sudah menjadi
teknologi digital (GSM dan CDMA). Perangkat telepon selular yang sebelumnya
besar dan butuh antena luar, sekarang telah menjadi semakin kecil dan dengan
antena terintegrasi ke badan telepon sehingga telepon selular bisa terlihat
bagus dan elegan. Teknologi analog yang bisa dengan mudah disadap, sekarang
dengan teknologi digital telah terenkripsi, walaupun beberapa waktu lalu
enkripsi GSM telah bisa ditembus. Perkembangan teknologi juga mengubah cara
orang berkomunikasi. Jika dulu telepon hanya digunakan untuk berbicara,
sekarang juga digunakan untuk komunikasi non-suara, seperti pesan teks (sms),
maupun untuk koneksi internet. Dari teknologi dial-up yang ada di jaringan telepon
kabel, GPRS di GSM, hingga sekarang teknologi 3G (menjelang 3G hingga lewat
3G).
Sistem telepon selular berbasis digital, baik
itu GSM maupun CDMA memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk
area yang lebih padat penggunaannya, teknologi CDMA tampaknya lebih unggul
untuk melayani banyak sambungan secara bersamaan. Hal ini disebabkan oleh
karakteristik dan jaringan CDMA itu sendiri. Dengan menggunakan jaringan CDMA,
sebuah daerah yang padat penggunaannya akan memiliki kemungkinan koneksi yang
lebih tinggi, walaupun bisa jadi terjadi penurunan coverage area dan kualitas
suara jika beban jaringan terlalu tinggi. Teknologi GSM pada intinya lebih
sesuai untuk daerah yang tidak terlalu padat, namun sangat membutuhkan coverage
area yang konstan. Selain itu, area perkotaan sekarang memiliki banyak gedung
bertingkat. Karakter geografis seperti ini sangat berpotensi memperlemah sinyal
sehingga coverage area semakin kecil.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
§ Teknologi
seluler adalah sistem telekomunikasi tanpa kabel(nirkabel) yang menggunakan
gelombang radio sebagai media pembawanya, dengan sel berbentuk seperti
segienam. Dewasa ini, teknologi seluler terbagi dua, yaitu GSM dan CDMA.
Perbedaan mendasarnya terletak pada modulasinya dan sistem multuplexnya.
§ Negara-negara
maju di Eropa menerapkan teknologi seluler untuk komunikasi pada dekade 70-an,
dan Indonesia baru memanfaatkan kecanggihan komunikasi tersebut belasan tahun
kemudian.
§ Perbandingan
GSM dan CDMA

§ Teknologi
seluler digunakan pada layanan telepon(bicara), pesan teks, internet, dan
berbaagi layanan lainnya. Setelah dibandingkan dengan teknologi lain, teknologi
seluler memang teknologi terkini.
B. Saran
Kritik
dan saran sangat diperlukan bagi penulis untuk mengembangkan tulisan ini.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar